Thursday 02. of April 2009

KALAU SEMBAKO TURUN!! maka 40% Rakyat Sengsara?


Saya sedang berdialog dengan seorang petani ketika berlangsungnya Kampanye terbuka di stadion Kahuripan, Turen, Malang, 2/4-09 menurunkan harga Sembako tentu harus memikirkan nasib mereka juga

Hari ini saya kembali keliling Indonesia untuk melakukan Kampanye. Adapun daerah yang saya kunjungi adalah Palu Sulawesi Tengah dan Malang di Jawa timur. Sebagaimana biasa, setiap Kampanye saya selalu mengajak masyarakat untuk berdialog. Dengan harapan saya bisa mengetahui apa sebenarnya permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat. Sebab kita tidak bisa mengandalkan laporan dari Staft dan berita di Media saja karena dia sudah merupakan second Hand Reality.Saya ingin mengetahui segala sesuatu langsung dari tangan pertama.

Ada banyak macam keluhan masyarakat, misalnya seperti yang saya ceritakan dulu, di Jambi masyarakat mengeluh karena diserang Harimau. Di Tangerang mereka kekurangan lapangan kerja, di NTT para nelayan kurang mendapat perlindungan hukum dari Pemerintah setempat apabila mereka ditangkap oleh Pihak Australia karena dianggap melewati perbatasan. Kalau di Palu tadi masyarakat mengeluh tentang listrik yang suka padam dan harga minyak tanah yang mencapai 5000 Rupiah setiap liternya. Juga di Malang, ada seorang bapak dengan terbata bata dan berurai air mata menyampaikan kepada saya kalau ia hanya seorang penjual kue yang miskin tapi tidak menerima BLT padahal ia masuk dalam daftar penerima RASKIN.

Semua masalah yang dikeluhkan oleh masyarakat langsung saya selesaikan di tempat saat itu juga. Jadi tidak ada namanya "ditampung". Tentunya untuk menyelesaikan masalah tersebut saya harus memerintahkan kepada Pemerintah Daerah (kebetulan banyak Bupati dan wali kota kader Golkar,jadi mereka turut hadir pada acara kampanye) untuk segera mengurus masalah itu. Karena itulah fungsi dari pemerintah daerah sebagai wakil dari pemerintah pusat, kalau mau semua diurus oleh pusat maka Otonomi Daerah berarti tidak ada gunanya.

Nah dari semua daerah yang saya kunjungi untuk berkampanye, ada satu Aspirasi yang seragam disampaikan oleh masyarakat, yaitu SEMBAKO MURAH. Permintaan mengenai harga Sembako diturunkan ini memang hal yang wajar. Dan sebaai WAPRES saya bisa saja menurunkan harga sembako dengan mudahnya, dan sangat menguntungkan bagi saya dan Golkar karena itu putusan yang populis. Tapi apa dampaknya bagi masyarakat ?

Yang Perlu diingat, 40 % Masyarakat Indonesia hidup dari perrtanian. Begitu kita otak-atik turunkan harga hasil pertanian maka Petani akan langsung miskin. Saya pernah tanya ke petani, " Apakah cukup harga beras 4600, gabahnya 2800 yang dibeli oleh pemerintah dari petani itu cukup tidak?  di jawab "Ya cukup". Bagaimana kalau ada yang mengusulkan beras turun ke 3000 kembali??, dia spontan jawab "Wah, tidak bisa modalnya tidak nutup pak,!! .Bayangkan harga Beras kita turunkan tapi efek yang terjadi  40% orang langsung miskin, dan kalau itu kita turunkan langsung tidak adil. Karena  sawit sedang kita usahakan supaya naik harganya, lalu kenapa juga mau turunkan beras ?. Ini kan menjadi tidak adil !. Jadi harus stabil semuanya. Inilah sulitnya, kopi minta dinaikkan, coklat minta naik, sawit minta naik, tapi beras minta diturunkan, lama-lama orang tidak mau tanam padi lagi. Jadi saya tidak mau melihat urusan Sembako ini dari sisi Politiknya saja tapi ini menyangkut masalah ekonomi.Masalah kesejahteraan 40% Orang Indonesia.

Saya Tidak mau demi kampanye saya menurunkan harga beras dan akibatnya  40% orang jatuh miskin. Ini penting untuk dipahami khususnya daerah-daerah yang agraris seperti Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, atau di mana saja,. Atau misalnya juga di Jawa, kalau kita turunkan harga gula, langsung miskin para petani tebu  di sana. Jadi semuanya mesti diperhitungkan dengan cermat,  walaupun kadang-kadang tidak populis, saya akan tetap mempertahankan harga beras yang seperti hari ini. Bukan berarti saya tidak peduli dengan orang miskin kota,  itulah gunanya kita adakan program Raskin, dengan harga Rp 1500,/liter. Untuk membantu mereka yang tidak mampu membeli Sembako dengan harga yang sekarang.

Kategori: Blog
0 Comment
Wednesday 01. of April 2009

Kita Lolos dari Krisis Karena ?Kurang Pintar"

"Kurang pintar" yang saya maksud di sini bukanlah bodoh, tapi konservatif dalam urusan ekonomi alias lugu. Masyarakat kita kurang paham tentang spekulasi dalam urusan ekonomi, kebanyakan transaksi digunakan secara real transaksi. Ketika saya di Prancis saya tanya Dubes " kenapa banyak orang Indonesia yang jadi korban perampokan dan penipuan di sini ?" Pak Dubes bilang "karena rata-rata orang Indonesia lebih suka bawa uang tunai, daripada kartu kredit". Ini artinya masyarakat kita kurang mengenal bagaimana itu menggunakan kartu kredit dan sebagainya. Di satu sisi memang kita rugi, tapi sisi lain Ini tentu suatu keuntungan juga bagi kita.

Kenapa Untung ?
Sebab kalau mau melihat asal muasal Kenapa terjadi krisis itu di Amerika; Karena mereka menjalankan sistem ekonomi kapitalis, ciri kapitalis, adalah ekonomi bisa berjalan karena adanya Kredit yang didasari dengan kepercayaan, tidak ada kredit tanpa kepercayaan, tanpa keduanya ekonomi akan sulit jalan.

Celakanya rata-rata orang Amerika konsumsinya lebih tinggi daripada penghasilannya. Kalau orang Amerika punya gaji 100 maka dia belanjakan 150, darimana yang 50 itu ialah pinjam. melalui kartu kredit Karena itulah maka sistem keuangan di Amerika sangat bergantung pada sistem kredit. Tetapi akibat kredit itu kemudian terjadilah suatu manipulasi-manipulasi yang besar dalam sistem kredit di Amerika, bubble, spekulasi, karena berdasarkan kepercayaan yang tidak berdasar. Begitu terjadi suatu krisis ketidakpercayaan akibat bubble, gelembungan maka sistem itu runtuh. Karena sistem runtuh maka bank-bank menjadi bangkrut sebagian dan kemudian karena itu bank-bank itu tidak bisa memberikan kredit karena tidak bisa memberikan kredit maka orang tidak bisa bayar bunga, karena tidak bisa bayar bunga maka kredit nunggak. Terjadilah krisis dalam 2 hal, krisis riil karena masyarakat Amerika mengurangi kebutuhannya, permintaannya, dan krisis keuangan karena banknya rontok. Jadi indisustri di Amerika menurun, permintaan menurun dan bank kesulitan.

Masalah krisis keuangan dunia juga menyangkut masalah saham. Untungnya Di Indonesia yang main saham hanya 0.5% penduduk, itu pun banyak memakai uang luar. Makanya waktu BEJ disuspend saya tidak terlalu pusing, tapi kalau tanah Abang, Pasar Turi, Pasar Klewer atau Pasar Butung dekat rumah saya di Makassar barulah saya pusing, karena ekonomi kita sangat bergantung pada Real Market.
Di Singapura 60% penduduk main saham, termasuk supir taksi. Jadi begitu harga saham turun semua langsung menderita sampai masyarakat bawah sekali-pun. Saya kira Bloger di sini kalau ada 3 yang tahu main saham sudah lumayan. Jadi harga saham berapapun tidak ada soal di antara kita. Tetapi di luar negeri setengah penduduknya main saham, jadi begitu harga saham turun dia langsung miskin dia.
Jadi antara kekurangcerdasan, kurang emosi untuk membeli produk-produk yang tidak riil itu penyelamat suatu bangsa juga. Sekiarnya anda semua main saham misalnya Bumi Resourches, yang dulu 5000, sampai 8000 setiap lembarnya dan tiba-tiba turun menjadi 500 saya kira akan ada yang sudah minum "Baygon". Untungnya tidak ada, mungkin ada 1-2 tetapi tidak banyak.

Jadi ekonomi kita selamat dan lebih baik dibanding negara Asia lainnya karena dasarnya transaksi, kita adalah "Real Transaksi" . Dan sebenarnya itu yang menjadi dasar daripada ekonomi syariah. Jadi walaupun sadar atau tidak sadar kita juga mempraktekkan Ekonomi syariah. karena Syariah itu dasarnya kalau ada transaksi, tidak boleh berdasarkan spekulasi.

Nah itulah yang membedakan ekonomi kita dengan ekonomi lain sehingga orang mau bicara apa saja tentang krisis ya kita aman-aman saja. bahwa tidak ada lagi orang yang cepat kaya, ya, itu memang suatu sifat ekonomi, kalau yang pernah naik pasti turun, yang turun akan naik, itu saja. kalau tidak ada itu maka tidak perlu ada pelajaran ilmu ekonomi pada Sekolah menengah dan Perguruan Tinggi.

Kategori: Blog
0 Comment

Menampilkan hasil 11 sampai 12 dari 12

Sebelumnya123