Berita Selengkapnya

24-01-10 10:17

Soal Century, Masyarakat Lebih Percaya JK


JAKARTA ? Kinerja panitia khusus (pansus) Bank Century ternyata sangat menyita perhatian publik.

Soal Century, Masyarakat Lebih Percaya JK
*Hasil Survei Indo Barometer

JAKARTA ? Kinerja panitia khusus (pansus) Bank Century ternyata sangat menyita perhatian publik. Apalagi dalam sidang pansus sejumlah saksi kunci, seperti Boediono, Sri Mulyani, hingga Jusuf Kalla (JK) mengutarakan pendapat berbeda terkait kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan Bank Century yang kemudian menggelontorkan dana Rp 6,7 triliun.

Pendapat pertama mengatakan, kebangkrutan Bank Century harus dihindari agar masyarakat tetap percaya kepada bank dan mau tetap menyimpan uangnya di bank. Karena itu, Bank Century harus diselamatkan dari kebangkurutan. Opsi pertama ini mewakili pendapat Sri Mulyani dan Boedionio.

Pendapat lainnya yang diwakili oleh JK mengatakan, kebangkrutan Bank Century tidak akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap bank akan hilang. Masyarakat akan tetap percaya dan menyimpan uangnya di bank. Karena itu, Bank Century harusnya dibiarkan saja bangkrut.

?Berdasarkan hasil survei Indo Barometer terhadap 1.200 responden di 33 provinsi, ternyata 36,2 persen lebih setuju pada pendapat kedua, sementara yang setuju dengan pendapat pertama hanya 26,2 persen dan yang mengaku tidak tahu 37,6 persen,? kata M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer saat konferensi pers di Hotel Atlet Century Senayan, Ahad 24 Januari.

Survei yang digelar pada periode 8-18 Januari 2010 ini juga menanyakan apakah penutupan Bank Century akan menular ke bank-bank lain atau tidak? Hasilnya, 38,7 persen responden menyatakan tidak akan menular sehingga dibiarkan bangkrut, 24,7 persen mengatakan akan menular, dan yang menjawab tidak tahu 36,7 persen.

Kemudian ketika ditanyakan, apakah kebangkrutan Bank Century harus dihindari karena menganggu perekonomian secara nasional, 42 persen responden menjawab kebangkrutan Bank Century tidak menganggu perekonomian nasional, dan hanya 21,9 persen menyatakan menganggu. Sementara yang menjawab tidak tahu sebesar 35,8 persen.

Indo Barometer juga bertanya ke responden apakah kebangkrutan Bank Centrury karena krisis global atau kesalahan pengurus bank? Jawabannya, 58, 3 persen responden mengatakan akibat kesalahan mengurus bank dan tindakan yang dilakukan oleh pengelola bank. Hanya 9,5 persen responden mengatakan kebangkrutan Bank Century akibat krisis bank di dunia internasional. Sisanya, 32,3 persen menjawab tidak tahu. ?Hasil survei kami adalah persepsi masyarakat terhadap kasus Bank Century, bukan pendapat ahli atau pendapat anggota pansus,? ungkap Qodari.

Dari empat kasus-kasus aktual yang ditanyakan kepada respon, kasus Bank mendapat respon tinggu dari masyarakat. Kasus ini bahkan diketahui oleh 77 persen masyarakat, hanya kalah dari kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang tingkat pengetahuan masyarakat mencapai 78 persen.

Ketika ditanyakan seberapa sering masyarakat mengikuti perkembangan kasus ini, 23,8 persen mengatakan mengikuti setiap hari, 30,6 persen mengatakan 1-2 hari dalam sepekan, 21,9 persen mengatakan 3-4 hari sepekan, dan 7,5 persen mengatakan 5-6 hari dalam sepekan.

Anggota Pansus Bank Century Maruara Sirait mengaku puas dengan hasil survei. Ia berharap agar semua fraksi di Pansus hak angket Bank Century menjadikan hasil survei persepsi masyarakat terhadap kasus Bank Century sebagai salah satu pertimbangan.

?Survei ini sangat jelas menyiratkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti perkembangan hasil kerja pansus. Hasil survei ini tidak bisa dinapikan, bagaiamanapun harus di-deliver,? kata Ara, sapaan akrabnya.

Mukhammad Misbakhum, anggota Pansus Bank Century dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku sangat pendapat dengan hasil survei yang menyebutkan Bank Century tidak berdampak sistemik. ?Hasil survei ini akan saya ke rapat kesimpulan Pansus,? ungkapnya. (mba/fmc)